Essay pendidikan bahasa indonesia
Nama : Neneng suryanah
Nim : 208620600176
Prodi : Pgsd
Semester :3
Krisis kesadaran berbahasa
Di era semakin berkembangnya teknologi informasi dan komunikasi telah menjadikan bahasa Indonesia menjadi lemah serta dipertanyakan sebagai bahasa nasional dan bahasa resmi negara. Dijelaskan dalam pembukaan undang-undang 1945. pengaturan bahasa Indonesia sudah jelas tercantum pada pasal 36 bahwa : bahasa negara adalah bahasa Indonesia. Kemudian undang-undang itu diperkuat dengan lahirnya undang-undang Republik Indonesia Nomor 24 tahun 2009 tentang Bendera bahasa dan lambang negara serta lagu kebangsaan.
Perkembangan teknologi informasi dan komunikasi banyak mempengaruhi penggunaan bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi. sebagaimana yang telah kita ketahui bahwa perkembangan teknologi ini memiliki pengaruh positif dan negatif bagi peran bahasa Indonesia tetapi kita sebagai bangsa Indonesia jangan sampai takut, tetapi kita harus bisa dan dapat mengatasi terhadap penggunaan bahasa Indonesia sebagaimana tercantum dalam undang-undang.
Akhir-akhir ini banyak pemuda-pemudi Indonesia yang menyepelekan bahasa Indonesia yaitu berbahasa menurut pedoman umum ejaan bahasa Indonesia di dalam kehidupan sehari-hari kita banyak menjumpai orang-orang menggunakan menggunakan bahasa yang tidak sesuai dengan apa yang telah ditetapkan pemerintah dengan akses internet yang mudah saat ini kita dapat melihat permasalahan berbahasa dalam diri Pemuda Pemudi Indonesia beberapa tahun bahkan beberapa bulan belakangan ini kita banyak melihat pemuda pemudi menggunakan bahasa yang tidak sesuai, bahkan menggunakan bahasa asing. Seperti: ngobrol, Bro, Anjay, sorry, thanks, dan masih banyak lagi bahkan penggunaan bahasa yang tidak baik dan benar juga dilakukan oleh para petinggi di dalam pemerintahan.
Oleh karenanya tulisan ini akan menggambarkan permasalahan dalam penggunaan atau pemakaian bahasa Indonesia.
Sebelum membahas lebih lanjut penulis akan sedikit memberi penjelasan mengenai berbahasa Indonesia yang baik dan benar. Bahasa menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia arti bahasa secara linguistik sebagai sistem lambang bunyi yang arbitrer, yang digunakan oleh anggota suatu masyarakat untuk bekerja sama berinteraksi dan mengidentifikasi. Adapun berbahasa Indonesia yang baik dan benar adalah berbahasa Indonesia yang sesuai dengan kaidah bahasa yang mengikuti kaidah yang dibakukan atau yang dianggap baku itulah yang merupakan bahasa yang benar atau betul. Sebenarnya berbahasa Indonesia sudah tertanam dalam undang-undang pasal 36 tahun 1945.
Kesadaran berbahasa Indonesia
Kesadaran secara harfiah berasal dari kata sadar yang berarti merasa tahu dan mengerti. Kesadaran berarti keinsafan atau keadaan mengerti (KBBI). Jadi kesadaran berbahasa Indonesia dapat penulis simpulkan bahwa kesadaran adalah pemahaman atau keadaan individu mengerti akan suatu bahasa di dalam negaranya yang seharusnya digunakan dipertahankan dan dikembangkan yaitu bahasa Indonesia sendiri.
Kesadaran berbahasa Indonesia adalah suatu Sikap yang dimiliki oleh seorang individu yang memiliki kesadaran atau memahami hak dan kewajibannya menggunakan bahasa Indonesia sebagai bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi bahasa negara.
Dengan adanya kesadaran dalam diri tiap bangsa Indonesia akan menimbulkan semangat dalam menggunakan bahasa Indonesia dan menjauhkan bahkan menghindari penggunaan bahasa asing dalam setiap pembicaraannya jika kesadaran berbahasa itu sudah melemah bahkan menghilang dari diri seseorang atau dari diri bangsa Indonesia, maka sikap kurang baik terhadap suatu bahasa telah melanda diri bangsa Indonesia.
Ketiadaan keinginan untuk mempertahankan bahasanya sendiri merupakan salah satu pertanda sikap negatif, bahwa menjunjung tinggi bahasa Indonesia sebagaimana yang diikrarkan di dalam teks Sumpah Pemuda mulai melemah sebab itu berlanjut menjadi hilang.
Pemakaian bahasa indonesia di berbagai kalangan
Kedudukan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi negara dan bahasa nasional kini semakin melemah. Melemahnya kedudukan ini dapat dilihat dari pemakaian bahasa oleh para warga negara Indonesia yakni aparat pemerintah dan pemuda saat ini penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dikalangan Pemerintah Kurang menggembirakan. Padahal pemerintahan sangat berperan penting dalam memberikan teladan bagi rakyatnya. Akan tetapi malah sebaliknya, banyak pemerintah di negeri ini yang masih belum dapat menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar.
Di kalangan remaja sendiri, bahasa Indonesia mengalami perkembangan melemah dimana bahasa Indonesia dikalangan ini semakin menyimpang dari tatanan bahasa Indonesia yang baik dan benar bercampur dengan adanya bahasa asing serta ada adanya bahasa baru yang disebut-sebut bahasa gaul, dimana kaidah nya tidak sesuai dengan puebi. Misalnya Bonyok merupakan singkatan dari bokap dan nyokap, yaitu bapak dan ibu.
Fenomena ini merupakan permasalahan kebahasaan yang lambat laun akan menyebabkan hilangnya kaidah bahasa Indonesia, kehadiran bahasa-bahasa baru ini menjadi sebuah virus yang perlu dibasmi habis bahasa merupakan identitas, yang berarti bahasa menunjukkan jati diri bangsa Indonesia.
Padahal Bahasa Indonesia adalah bahasa pemersatu, kebanggaan dan kebangsaan. Antara perbedaan suku ras budaya bahasa serta adat, pada faktanya, bahasa yang kini berkembang justru bahasa yang tidak sesuai dengan kaidah bahasa Indonesia yang baik dan benar sehingga gaya berbahasa para pemuda-pemudi melenceng dari kaidah sebenarnya. Hal ini menunjukkan bahwa pemuda masa kini tidak lagi mempedulikan bahasa Indonesia. Melihat fenomena seperti ini Kita harus berani bertanya dan mempertanyakan " apa yang salah bahasa indonesia ini".
Peran dalam memperbaiki penggunaan bahasa
Dalam menghadapi tantangan ini peran keluarga, peran sekolah, peran guru atau dosen, peran pemerintahan, media massa dan Lingkungan sangat penting perannya dalam menumbuhkan kesadaran berbahasa. Tempat bersosialisasi anak adalah keluarganya sendiri, dengan demikian keluarga harus bisa menerapkan atau menanamkan berbahasa yang baik dan benar maka akan membentuk perilaku berbahasa anak yang baik dan benar sesuai dengan puebi. Pengawasan orang tua terhadap anaknya di zaman sekarang ini sangat penting dan harus waspada karena hadirnya perkembangan teknologi ini dengan teknologi yang mudah banyak yang dapat diakses seorang anak tanpa adanya filter dalam pengawasan dan pembekalan berbahasa yang baik, teknologi ini akan membentuk berbahasa negatif kepada seorang individu.
Kemudian ketika memasuki sekolah, lingkungan pun ikut berperan dalam pembentukan penggunaan berbahasa Indonesia ini, terutama guru. Guru merupakan orang tua kedua bagi peserta didik ketika berada di lingkungan sekolah dan sangat berpengaruh perannya dalam pembentukan penggunaan bahasa Indonesia dalam setiap individu peserta didik. Serta tayangan-tayangan televisi juga sangat berpengaruh terhadap pembentukan penggunaan berbahasa di sini juga pemerintah harus berperan dalam menyajikan tontonan tontonan dengan menggunakan bahasa Indonesia yang baik dan benar untuk mendidik anak. Semua aspek saling berkaitan satu sama lainnya dan memiliki peran yang sama Dalam menumbuhkan kesadaran berbahasa. Oleh sebab itu perlu adanya kesadaran dari semua pihak bahwa bahasa Indonesia sangat penting untuk masa depan bangsa yang baik.
Seharusnya kesadaran berbahasa Indonesia yang baik dan benar dijadikan berita penting di zaman ini mengingat rendahnya kesadaran bangsa Indonesia dalam menggunakan bahasa Indonesia dan perlu dipertanyakan kaidah-kaidah berbahasa. Perlu kita ingat Bahasa Indonesia adalah bahasa resmi negara. Oleh karena itu, kita sebagai pemilik dan sekaligus pemakai harus menyadari, menjunjung, mencintai, serta menjaga bahasa Indonesia ini sebagai bahasa pemersatu bangsa Indonesia. Bagaimana dalam ikrar Sumpah Pemuda.
Maka dari itu penulis mengajak kepada semuanya untuk sama-sama menjunjung tinggi bahasa Indonesia jangan biarkan bahasa Indonesia merasa kehilangan perannya di negaranya sendiri. Mari bersama-sama memperbaiki penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar dalam kehidupan sehari-hari untuk Indonesia yang lebih baik.
Komentar
Posting Komentar